Wagub Jihan: Pemimpin Adaptif Kunci Daya Saing Global

Wagub Jihan Nurlela terima peserta VKN PKN Sumsel 2026 di Gedung Pusiban
Wagub Lampung Jihan Nurlela menerima peserta VKN PKN Tingkat II Angkatan V Sumsel 2026 di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Senin (8/6/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela menegaskan, kepemimpinan adaptif menjadi kunci utama memperkuat daya saing global sekaligus menjaga ketahanan daerah di tengah perubahan kian cepat.

Begitu kata Jihan Nurlela saat menerima peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Provinsi Sumatra Selatan 2026 di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Senin (8/6/2026).

“Ketahanan daerah tak lagi bisa dibangun dengan cara konvensional. Pemimpin masa kini harus adaptif, jeli melihat peluang global, dan mampu memberikan nilai tambah keunggulan lokal agar daerah tak hanya jadi penonton perubahan zaman,” katanya.

Belajar Kepemimpinan Adaptif

Peserta VKN PKN Tingkat II berasal dari instansi pemerintah di Provinsi Sumatra Selatan, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, OKU Timur, PALI, Musi Rawas, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatra Selatan Muhammad Edward Juliartha memimpin rombongan peserta

Wagub Jihan mengapresiasi hubungan erat antara Lampung dan Sumatra Selatan melalui berbagai kerja sama strategis saling menguntungkan.

Tema visitasi tahun ini “Kepemimpinan Adaptif untuk Mewujudkan Daya Saing Global sebagai Upaya Menciptakan Ketahanan Daerah” sangat relevan. Perubahan cepat menuntut aparatur pemerintah merumuskan kebijakan responsif dan memastikan program prioritas tetap berjalan meski terbatas.

Hilirisasi Lampung

Jihan menyebut arah pembangunan daerah sejalan dengan kebijakan nasional mendorong penciptaan nilai tambah lewat hilirisasi.

Hilirisasi tak hanya di industri dan pertanian, tapi juga pada SDM, inovasi, dan berbagai sektor lainnya guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Dua Lokus

Peserta akan mengunjungi dua lokus penerapan kepemimpinan adaptif. Pertama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pesawaran. Lokasi ini menjadi contoh pengembangan pariwisata dan budaya sebagai penggerak ekonomi.

Menurut Jihan, pariwisata Lampung berkembang pesat dan jadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan Tol Trans Sumatra memperkuat konektivitas dan meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk dari Sumatra Selatan yang menjadi pasar utama wisata Lampung.

Di Pesawaran, peserta mempelajari integrasi wisata bahari, budaya, dan ekonomi kreatif ssbagai sumber pertumbuhan baru. Model ini menyiptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha masyarakat.

Lokus kedua Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan. Daerah gerbang Pulau Sumatra ini karena strategis untuk perdagangan, industri, dan distribusi logistik antarwilayah.

Peserta akan mempelajari hilirisasi industri, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta adaptasi tata niaga perdagangan internasional. Kebijakan itu penting menjaga ketahanan pangan, ekonomi, dan daya saing daerah.

Lampung Terbaik

Kepala BPSDM Provinsi Sumatra Selatan, Muhammad Edward Juliartha berkata, pemilihan Lampung sebagai lokasi visitasi melalui proses penilaian bersama Lembaga Administrasi Negara RI. Lampung punya praktik baik relevan sebagai bahan pembelajaran peserta PKN Tingkat II.

Ia berharap, hasil observasi dan analisis ini menjadi bekal para peserta meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah di daerah masing-masing.

Bagi Lampung, kegiatan ini jadi ruang pertukaran gagasan dan rekomendasi strategi untuk memperkuat kualitas birokrasi, pelayanan publik, dan melahirkan kebijakan pembangunan yang berdampak sejahtera masyarakat. (kmf)

Related posts

Leave a Comment